Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan (DPKPTB) Kabupaten Serang terus berkomitmen mewujudkan program-program prioritas yang sudah menjadi target Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan Wakilnya Pandji Tirtayasa.

Dibawah kepemimpinan Irawan Noor, berbagai program prioritas pro rakyat sudah dan akan direalisasikan oleh DPKPTB seperti perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), pembangunan dan perbaikan sarana prasarana (Sarpras) pendidikan dan kesehatan, serta penyediaan air bersih dan penataan kawasan kumuh.

Tidak hanya itu, DPKPTB juga mengupayakan pembangunan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) atau stadion mini di kecamatan-kecamatan secara bertahap untuk mendukung kegiatan masyarakat.

Dua stadion mini telah dibangun pada 2019 yaitu stadion mini di Kecamatan Tunjung Teja dan di Kecamatan Pabuaran.

Pada tahun ini DPKPTB juga akan membangun stadion mini di Kecamatan Cikande dan Kecamatan Mancak.

"Kita fokus di tiga urusan bidang yaitu, urusan bidang perumahan dan pemukiman, bidang tata bangunan, dan bidang penanganan gedung pendidikan dan kesehatan,” ujar Irawan.

Meyediakan Sarana Air Bersih

Tahun ini, DPKPTB akan membangun sarana air bersih melalui Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di 18 lokasi. Sementara anggarannya berasal dari APBD di tiga lokasi, dan yang berasal dari APBN di 15 desa.

"Di bidang perkim kita mengutamakan penyediaan air bersih dan pembangunan sanitasi serta penataan kawasan kumuh. Khusus untuk sanitasi, kita ada dua sumber anggaran, ada dari DAK (dana alokasi khusus) dan dari APBD, tapi yang lebih besar dari APBD begitu juga untuk air bersih,” paparnya.

Kemudian pada 2020 ini, DPKPTB Kabupaten Serang juga akan membangun sistem penyediaan air minum (SPAM) melalui pengembangan jaringan yang sudah ada. Kemudian yang memanfaatkan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) yang sudah dibangun PDAM Tirta Albantani, termasuk membangun IPAL yang berskala besar yang layanannya mencapai 150 sambungan rumah (SR) di Kecamatan Jawilan.

"Secara kuantitatif sampai dengan 2020 ini sudah 80 persen cakupan layanan air bersih, tapi kuantitias juga kami upayakan dibarengi dengan kualitas air,” tuturnya.

Sedangkan di bidang perumahan, DPKPTB Kabupaten Serang juga mengupayakan percepatan penyerahan fasos dan fasum perumahan dari pengembang ke Pemkab Serang, terutama perumahan-perumahan yang sudah banyak penghuninya. Upaya itu dilakukan agar ada kejelasan status asset, sehingga Pemkab Serang bisa melakukan pembangunan.

Kalau fasos-fasumnya belum diserahkan, pemerintah daerah atau desa tidak bisa membangun kalau ada fasos-fasum yang rusak,” paparnya.

Jumlah Rutilahu Terus Berkurang


Kemudian di bidang kawasan kumuh, pemerintah Kabupaten Serang berfokus pada penanganan rutilahu. Tahun ini Pemkab Serang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp18,5 miliar untuk penanganan rutilahu sebanyak 925 unit yang diprioritaskan kepada 10 kecamatan yang masih tinggi jumlah rutilahunya.

"Dari APBD ada peningkatan dari tahun kemarin teralokasikan 822 unit tahun ini 925 unit. Mudah-mudahan tahun ini bisa mencapai 1.500 unit,” harapnya.

Untuk penanganan rutilahu, Pemkab Serang tidak hanya mengandalkan dari APBD, tapi juga mengupayakan bantuan dari APBD. Tahun ini dari APBN teralokasikan sebanyak 500 unit. Pada tahun ini juga Pemkab Serang mendapat bantuan untuk penanganan rutilahu dari Pemprov Banten sebanyak 100 unit. Jumlah tersebut naik drastis dari tahun sebelumnya yang hanya empat unit.

Tidak hanya dari APBD kabupaten dan bantuan dari provinsi serta dari pemerintah pusat, penanganan rutilahu juga dilakukan melalui infak ASN yang ada di Baznas Kabupaten Serang dan dari coroprate social responsibility (CSR) persusahaan dan juga dari CSR koperasi yang sudah maju.

"Rutilahu ini kita mengurus kemiskinan, mengurus kemiskinan juga mengurus orang. Kita harapkan dengan mereka mendapatkan rumah yang layak kehidupannya lebih baik lagi,” kata Irawan.

Jumlah rutilahu di Kabupaten Serang terus berkurang, data terakhir pada 2019 menunjukan rutilahu di Kabupaten Serang masih sebanyak 8.884 unit. Jumlah tersebut berkurang menjadi 6.900 unit setelah dilakukan penanganan pada 2019 lalu.

"Dari 6.900 unit itu mudah-mudahan tahun ini dengan adanya anggaran dari APBD, dari APBN, dan kontribusi yang lain bisa mencapai 2.000 unit yang tertangani,” paparnya.

Pembangunan Ruang Kelas Baru

Terkait bidang pembangunan sarana pendidikan, pada tahun ini DPKPTB akan membangun ruang kelas baru (RKB) di 12 sekolah dasar (SD) dan membagun RKB di tujuh sekolah menengah pertama (SMP), serta melakukan pembangunan di 16 pondok pesantren (pontren).

"Tahun ini juga kita sedang mempersiapkan konstruksi puspemkab, cuma sekarang lagi ada penyelesaian akhir tanah. Kemudian ada beberapa rehab lain sepeti rehab kantor Kecamatan Tirtayasa dan lanjutan pembangunan PIP (pusat informasi pariwisata),” ungkapnya.

Selain fokus pada pembangunan fisik, DPKPTB juga terus meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang dilakukan oleh bidang masing-masing.

"Kita tidak lepas juga meningkatan kapasitas SDM, para kepala bidang akan terus meningkatkan kualitas para kepala seksi dan staf-stafnya,” katanya.[adv]

(Sumber : https://www.rmolbanten.com/read/2020/03/09/16019/TIngkatkan-Pelayanan-Air-Bersih,-DPKPTB-Kabupaten-Serang-Juga-Berhasil-Tekan-Rutilahu-)